1.PAKAI CINCIN KAWIN
Ini tanda yang paling basi. Bila melihat dia sudah bercincin kawin, abaikan perasaan Anda. Toh, pertemanan bisa dibina dengan siapa saja.
2. CENDERUNG MATCHING
Pada pria yang sudah berkeluarga, biasanya dia terlihat lebih teratur dan matching dalam hal berpakaian. Sebab, dia sudah memiliki orang yang mengurusnya.
3. TAHU MANNER
Pria beristri tahu betul bagaimana membuat cara menawarkan diri untuk menjemput, membayar makan malam, bahkan membuat perempuan merasa tersanjung, dan dihormati karena sudah terlatih.
4. TIDAK MENGENALKAN TEMANNYA
Sejak mengenalnya sampai sekarang, Anda tidak pernah dikenalkan pada teman-temannya. Setiap Anda menanyakan nama teman-mannya, dia akan mengaku lupa.
5. NO WEEKEND
Dia selalu punya alasan untuk tidak pergi bersama Anda saat akhir pekan. Cobalah meneleponnya pada akhir minggu pukul 10.00. Kalaupun dia menjawab telepon, nada suaranya tak seperti biasanya.
6. GAYA TELEPON DATAR
Anda mendapati dia menjawab telepon dengan kalimat sepotong-sepotong dan datar, berbeda jika dia menerima telepon dari temannya atau Anda. Biasanya, komunikasi gaya ini terjadi pada pasangan suami-istri yang sudah lama menikah, tidak butuh basa-basi lagi.
7. MELAKUKAN TELEPON REGULAR
Dia akan menerima dan mengirim SMS atau telepon pada jam makan siang, termasuk ketika bersama Anda. Saat bertelepon dia akan menjauh atau mengecilkan suaranya. Pembicaraan biasanya singkat, tak sampai dua menit.
8. TANPA TELEPON RUMAH
Dia selalu berkelit bila Anda meminta nomor telepon rumahnya. Mengabulkannya sangat berbahaya, terutama jika dia sangat mencintai anak-istrinya, dan tak pernah berpikir meninggalkan keluarga "hanya" untuk Anda.
9. JARANG MENYEBUT NAMA
Ia jarang menyebut nama Anda, dan lebih sering memanggil dengan sebutan Sayang atau yang lain. Panggilan ini cukup aman dan tidak akan membuatnya salah sebut saat bersama istrinya.
10. SERING MEMUJI ANDA
Ada saja yang membuatnya rajin melontarkan pujian. Jangan dulu menganggapnya gombal. Bisa jadi dia memang memuji, termasuk untuk hal-hal yang tak ditemuinya pada istrinya.
11. PULANG SEBELUM TENGAH MALAM
Hampir tiap hari Anda pergi berdua dengannya, tapi jarang sekali melewatkan saat tengah malam bersama. Walaupun sedang asyik ngobrol, dia akan mengajak Anda pulang dengan berbagai alasan.
12. MALAS MEMBAHAS STATUS
Setiap kali Anda bertanya tentang statusnya, dia akan menghindar sambil berkilah, yang penting ia menyayangi Anda.
Selengkapnya...
17 Oktober, 2009
12 Tanda Pria Telah Beristeri
Wortel, Telur atau Biji Kopi? ( Sebuah Renungan)
Seorang gadis mengadu pada ibunya, berkeluh kesah
tentang kehidupannya yang dirasa amat berat. Gadis itu
tidak tahu bagaimana dia akan melalui semua itu dan
merasa ingin menyerah saja. Dia merasa lelah berjuang
dan menderita dalam kehidupan ini. Jika satu masalah
teratasi, akan timbul masalah baru.
Ibunya mengajak putrinya menuju dapur. Diisinya 3 buah
panci dengan air dan direbusnya air itu dengan api
yang besar. Begitu semua air mendidih, dia masukkan
wortel pada panci pertama, telur pada panci ke dua,
dan butiran kopi di panci terakhir. Mereka menunggu
sampai ketiga air di panci kembali mendidih.
Dalam 20 menit kompor-kompor dimatikan oleh sang ibu.
Wortel dikeluarkan dan diletakkannya di sebuah piring.
Begitu juga dengan telur dan kopi diletakkan dalam
piring dan gelas berbeda. Sang ibu memandang putrinya
sambil berkata :” Katakan apa yang kamu lihat.”
Putrinya menjawab : “ Wortel, telur dan kopi.”
Ibunya meminta putrinya agar mendekat dan merasakan
wortel itu. “ Wortel itu menjadi lembek.” Ibunya
kemudian meminta putrinya untuk memecahkan telur yang
telah matang itu. Setelah mengupas kulitnya, dia sadar
bahwa isi telur itu telah mengeras karena direbus.
Akhirnya sang ibu meminta putrinya untuk meminum kopi
yang telah matang. Putrinya tersenyum merasakan
keharuman kopinya. "Apa arti semua ini, ibu ?” tanya
putrinya. Ibunya menjelaskan bahwa setiap benda-benda
itu telah melewati “Kemalangan” yang sama, yaitu
direbus di dalam air mendidih. Namun tiap benda
punya reaksi berbeda.
Wortel itu sebelumnya kuat, keras dan “tidak
berperasaan.” Namun setelah direbus dia menjadi lunak
dan lemah. Telur itu sebelumnya rentan, mudah pecah.
Punya dinding tipis untuk melindungi cairan di
dalamnya. Namun setelah direbus, cairan di dalamnya
menjadi keras. Sedang butiran kopi adalah fenomena
unik, ia menjadi air setelah direbus.
" Termasuk yang mana kamu, anakku ?” kata ibu pada
putrinya. " Jika kemalangan mengetuk pintumu,
bagaimana kamu meresponnya ? Apakah kamu seperti
wortel, sebutir telur atau biji kopi ?”
Selengkapnya...
Analisa Video Kubah Terbang Jailalo Maluku
Pertengahan 2008 lalu ini beredar luas di internet "Fenomena Kubah Terbang" dalam suatu proses pembangunan sebuah Mesjid di Maluku yang ditayangkan Trans 7 pada tanggal 17 Maret 2008.
Dalam kaitannya dengan pemberitaan tersebut sdr. Fadjar GM memberikan Analisis Kritis yang di pandang sangat bermanfaat agar kita semua umat Islam selalu berhati hati apalagi menyangkut hal hal yang berkaitan dengan ke ghaiban.
Secara Visual kubah ini tidaklah benar-benar terbang. Bila diamati dengan seksama, terlihat beberapa bentangan tali yang menaikkan kubah tersebut ke atas. Hal ini juga yang menyebabkan kubah bergerak dengan gerakan yang konstan. Silakan amati skrinsyutnya di bawah ini.
Di area yang sudah diterangi itu, terlihat ada 3 bentangan tali yang menyangga kubah.
Di sini terlihat lebih jelas lagi. 2 bentangan tali terlihat dengan latar belakang genteng rumah yang kontras.
Bila Anda perhatikan dengan seksama, terlihat warna garis hitam dengan latar belakang awan putih. Itu adalah talinya.
Masih kurang jelas? Mungkin gambar yang sudah diinvert bisa lebih memperjelas.
Bisa dibandingkan dengan kabel listrik di bawahnya yang juga terlihat berwarna putih dengan latar belakang hitam (awan).
Dan terakhir, coba perhatikan area di sekitar menaranya. Garis tipis itu adalah tali yang menaikkan sang kubah (paling jelas di gambar tengah).
Kesimpulannya, kubah tersebut tidak terbang, tapi ditarik oleh tali.
Hanya persepsi masyarakat yang menjadikan kubah itu terbang.
Jadi, kenapa bisa timbul persepsi bahwa kubah itu terbang? Pertama karena perkataan si penyiar berita tadi yang menyebutkan bahwa “sesuatu yang fenomenal telah terjadi”, pemirsa langsung mempunyai impresi awal tentang sesuatu yang fenomenal. Yang kedua karena rekaman kamera handphonenya sendiri yang kurang jelas, kemudian semakin tambah tidak jelas karena mengalami penurunan kualitas ketika ditayangkan di Televisi. Yang ketiga, karena diiringi bacaan zikir, sehingga mengesankan bacaan zikir itulah yang menaikkan kubah. Padahal dalam prosesi penaikkan kubah, bacaan zikir memang lazim dilantunkan. Yang keempat, kubah tersebut diselimuti kain yang berkibar tertiup angin, sehingga memberikan persepsi bahwa kubah tersebut sedang melayang sambil berputar-putar.
Masyarakat Jailolo yang menyaksikan kejadian ini secara langsung, mungkin tertawa-tawa ketika mendengar pemberitaan kubah terbang ini. Tapi mungkin bagus juga, karena bisa mendatangkan wisatawan ke masjid itu. Sekalian saja jadikan sebagai tempat wisata “kubah terbang”.
Meskipun demikian, saya nyatakan bahwa sama sekali tidak ada usaha pengingkaran kekuasaan Tuhan dengan memuat tulisan di atasSaya tetap meyakini bahwa kekuasaan Tuhan itu Maha Luas. Apakah kubah itu terbang atau dikerek tali atau ditiup-tiup, bagi saya itu tetap merupakan bukti kekuasaan Tuhan.
Wallahualam bisshawwab.
Selengkapnya...
PEMADAMAN LISTRIK: BISAKAH KITA MENUNTUT KOMPENSASI KEPADA PT.PLN?
“Listrik membuat hidup lebih baik”. Begitu semboyan yang selalu dilontarkan oleh PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN). Semboyan ini terasa “membumi” sampai ke masyarakat perdesaan yang berada di pelosok negeri yang bernama Indonesia ini. Namun, ketika begitu gencarnya semboyan ini dilecutkan oleh PT. PLN, disisi lain terdapat berjuta masalah ketenagalistrikan di Indonesia, diantaranya krisis energi listrik.
Khususnya di Kota Tanjungpinang, krisis energi listrik tersebut telah menyebabkan pihak PT. PLN melakukan pemadaman listrik bergilir yang diduga dilakukan secara sepihak (Disebut sepihak karena tidak pernah meminta persetujuan dari konsumen) dan sangat mengorbankan rakyat. Ironisnya, para pengambil kebijakan tertinggi baik pada level Pemprov Kepri maupun Pemko Tanjungpinang tidak bisa berbuat banyak terhadap krisis yang sangat meresahkan masyarakat ini.
Pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh PT. PLN ini disebut sangat meresahkan masyarakat karena, selain aktivitas para pebisnis merugi akibat berbagai unit usaha mereka menggunakan jasa listrik, juga kerusakan barang-barang elektronik milik pelanggan yang tidak ternilai harganya. Bahkan lebih celakanya lagi, pemadaman mendadak itu berdampak kebakaran akibat arus pendek dan juga warga menggunakan lilin sehingga terjadi kebakaran seperti yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Pemadaman listrik bergilir yang diduga dilakukan secara sepihak oleh PT. PLN ini, juga patut diduga menjadi penyebab maraknya terjadi kasus pencurian dan merosotnya angka kelulusan siswa di beberapa Kabupaten/Kota di Provinsi Kepri.
Berkaitan dengan Pemadaman listrik bergilir yang diduga dilakukan secara sepihak ini, pihak PT PLN sering berdalih bahwa tidak ada pemadaman listrik yang dilakukan secara sepihak, tetapi didahului dengan pemberitahuan (Bagaimana informasi ini bisa didengar lewat media elektronik sedangkan listrik padam dan tidak semua konsumen punya akses lewat media cetak) sehingga pelanggan sudah siap untuk mengamankan peralatan elektronik yang ada dirumah masing-masing. Argument seperti ini sangat di sayangkan karena sebagai “Pemain Tunggal” dalam bisnis kelistrikan di Kepri, PT PLN seharusnya menjual Produk listrik yang baik pada konsumen dan bukan barang yang “cacat produk”.
Betapa tidak cacat produk …?? Jika mengacu pada aspek regulasi, apa yang dilakukan oleh PT. PLN secara diametral sangat bertentangan dengan berbagai ketentuan hukum, seperti: UU No. 20 Tahun 2002, tentang Ketenagalistrikan, UU No. 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen, KEPPRES No. 89 Tahun 2002, tentang Harga Jual Listrik 2003 yang disediakan oleh PT. PLN (Persero), serta SK. DIRJEN Listrik dan Pemanfaatan Energi No. 114 tahun 2002, tentang deklarasi Tingkat Mutu Pelayanan tenaga Listrik yang Disediakan Oleh PT. PLN.
Sebagai contoh, simak pasal 4 UU No. 8 Tahun 1999, tentang Perlindungan Konsumen, yang dalam penjelasan huruf g nya di jelaskan bahwa konsumen mempunyai hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar, jujur dan tidak diskriminatif. Begitu juga dengan hak untuk mendapatkan ganti rugi akibat kerusakan berkaitan dengan pemadaman listrik sepihak, sebagaimana yang diatur dalam pasal 19 ayat (1) UU No. 8 Tahun 1999.
Konsumen listrik juga mempunyai hak sangat kuat seperti yang tertera dalam pasal 34 ayat (1) UU No. 20 Tahun 2002 yang mengatakan bahwa konsumen listrik mempunyai hak untuk: Pertama, Mendapat pelayanan yang baik. Kedua, Mendapat tenaga listrik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Ketiga, Memperoleh tenaga listrik dengan harga yang wajar. Keempat, Mendapat pelayanan untuk perbaikan apabila ada gangguan tenaga listrik. Kelima, Mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan atau pengoperasian. sesuai syarat-syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli.
Selain “diikat” dengan UU No. 20 Tahun 2002, PT. PLN juga terikat dengan aturan yang lebih teknis, yakni SK Dirjen Listrik dan Pemamfatan energi Nomor 16-12/43/600.3/2003 Tentang Tata Cara Pengurangan Tagihan Listrik Akibat Tidak Terpenuhinya Standar Mutu Pelayanan Pada PT PLN untuk Lama Gangguan, Jumlah Gangguan, dan atau Kesalahan Pembacaan KWH Meter. Lewat SK DIRJEN tersebut, PT. PLN diharuskan untuk memberikan kompensasi sebesar 10% dari biaya beban (biaya Abonemen), jika PT. PLN melanggar 3 (tiga) indikator yang dideklarasikannya, yaitu: Lamanya Gangguan, Jumlah Gangguan dan Kesalahan Baca Meter. Sebagai contoh, jika PT. PLN menjanjikan pemadaman dalam bulan Agustus 2009 paling lama hanya 3 (tiga) jam, tetapi realisasinya melebihi 3 (tiga) jam, maka PT. PLN dikenakan penalti berupa pemberian kompensasi kepada konsumen listrik sebesar 10%. Atau jika PT. PLN mengatakan bahwa kesalahan baca meter dalam triwulan terakhir (Juli s/d September) sebanyak 2 (dua) kali, tapi realisasinya mencapai 3 (tiga) kali, maka akibatnya PT. PLN juga harus memberikan bonus kepada konsumen berupa discount 10% dari biaya beban (Abonemen).
Informasi dan kebijakan sepenting ini, sayangnya, nyaris tidak terdengar oleh konsumen. Sangat sedikit konsumen yang mengerti akan ketentuan ini, padahal SK DIRJEN Listrik dan Pemanfaatan Energi No. 114 tahun 2002 seharusnya diumumkan secara luas oleh PT. PLN sehingga masyarakat konsumen dapat memahami dengan benar
Selengkapnya...
16 Oktober, 2009
Festival Lampu Colok Di Tanjung Unggat
TANJUNGPINANG(BP) - Festival Lampu Colok yang dilaksanakan Kelurahan Tanjungunggat, Kota Tanjungpinang membuat sejumlah ruas jalan dan gang di kelurahan ini menjadi semarak di malam Ramadan. Salah satu yang paling bagus bentuknya adalah di Gang Meranti Batu 2, yang susunan lampu coloknya berbentuk seperti masjid lengkap dengan kubah dan menaranya.
Masjid dari lampu colok tersebut tersusun dari sekitar 500 buah lampu colok, yang disusun hingga ketinggian sekitar 8 meteran. Setiap lampu colok dibuat kaleng susu yang diisi dengan minyak tanah dan diberi sumbu. Kaleng-kaleng itu disusun dengan baik sehingga kedudukannya kuat dan tidak goyah ketika ditiup angin kencang. Yang membuat lebih semarak, lampu-lampu listrik milik rumah warga di sekitar menara ini dimatikan.
”Ini dibuat dengan cara bergotong royong oleh warga dari 3 RT, yaitu dari RT 3, RT 4 dan RT 5 di RW I Kelurahan Tanjungunggat. Masing-masing RT mengkoordinir warganya menyumbang untuk membuat lampu colok ini. Warga di 3 RT ini sangat kompak termasuk yang dari warga Tionghoa, semuanya ikut bersama-sama membantu,” kata Ketua RT 5 RW I Kel Tanjungunggat Dahliana yang ditemui Batam Pos, Kamis (10/9) malam di lokasi menara lampu colok tersebut.
Ketua RT 4 RW I, Junaidi yang ditemui di tempat itu mengatakan festival ini dilaksanakan atas arahan dari Lurah Tanjungunggat dan mereka gembira melaksanakannya. Sebab, membuat suasana Ramadan menjadi lebih meriah. Dia berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan hingga akhir Ramadan 1430 H ini.
”Kalau bisa, kami berharap ini dilaksanakan sampai malam Idul Fitri nanti,” ujar Junaidi. (git)
Selengkapnya...
14 Oktober, 2009
Trik Mengetahui Seseorang Lagi Bohong
Mau tahu apakah dia bicara bohong atau jujur? Coba perhatikan gerak tubuhnya.
Dari ekspresi dan gerak tubuhnya, Anda bakal tahu kalau dia sedang berdusta.
Mungkin Anda takkan tahu kalau dia sedang berdusta di ujung telepon atau
membual dalam surat cinta. Oleh sebab itu, bila ingin tahu apakah dia
bicara jujur atau bohong, sebaiknya Anda mengajak dia bertatap muka.
Sekalipun dalam benaknya sudah terangkai kata-kata "mutiara",
tak jarang bahasa tubuhnya (secara mendadak) membelot dari kalimat
yang mengalir lewat bibirnya. Akibatnya? Ketahuan, deh, kalau dia sedang berbohong.
Coba perhatikan beberapa bagian tubuhnya, kalau ada yang "menyimpang"
dari yang seharusnya, maka bisa dipastikan bahwa dia sedang berusaha
ngebokisin Anda:
Gelisah. Perasaan ini sering dianggap sebuah indikasi ketidaktulusan.
Terlebih jika kegelisahan itu dibarengi dengan ciri-ciri lainnya,
seperti bibir dan mulut kering, tenggorokan tercekat, nafas menjadi tak beraturan.
Sikap dan gerak kaki. Orang yang sedang berusaha bohong,
biasanya (dengan refleks) akan menyilangkan tungkai kaki secara simultan.
Konon, cara ini adalah bentuk pembelaan diri seseorang dari kemungkinan
yang bakal menyerangnya.
Orang yang sedang berusaha berdusta, biasanya juga tak bisa diam. Dia akan
menggerakan kakinya ke kanan-ke kiri. Hal ini disebabkan perasaan yang tak
nyaman dan dia (sebenarnya) ingin mengambil langkah seribu.
Sikap dan gerak tangan. Tangan akan sangat berperan membantu menegaskan maksud
dan tujuan yang akan disampaikan sipembicara. Mereka akan menggerak-gerakkan
tangan di udara. Tapi tak begitu bila dia sedang berdusta.
Orang yang berdusta biasanya akan menyebunyikan tangan dibalik kantong celana,
mendekapkan atau mengepalkan kedua telapaknya. Atau, aktif menyentuh-nyentuh
area seputar wajah, dari hidung, dagu bahkan juga kuping.
Gerak mata. Konon, mata lebih jujur dari mulut dan hati seseorang.
Lewat indera yang satu ini, kita bisa menggali rahasia seseorang.
Orang yang sedang berdusta biasanya menghindari tatapan mata langsung.
Saat berbohong, kedua pupil mata umumnya menjelajah ke mana-mana, ke atas,
ke bawah, ke samping. Pokoknya menghindari tatapan langsung lawan bicara yang
tengah dibohongi.
Tekanan suara. Rangkaian kata-kata dalam kalimat sudah pasti menjadi the best liars
of all. Nggak heran banyak orang tertipu melalui telepon, karena percaya dengan
kata-kata dan rayuan yang meyakinkan.
Orang yang sedang berbohong biasanya sedikit bicara. Kalaupun bicara,
banyak kalimat yang nggak nyambung, yang berusaha dikoreksinya.
Intonasi bicara mereka umumnya menggantung atau ngambang.
Selengkapnya...
